<< August 2004 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


*Sakit jiwaku *

Malaikat hinggap ke sini di
daun meja tulisku
jatuh sajak di tengah malam yang rawan
sebaris...sebaris...
Ribuan sajak minta ditulis segera dalam kertas
seperti rasa rindu yang mengeram...
seperti resep dokter...
Ribuan sajak
kutelan bersama waktu
pagi siang dan malam
seperti angin bersama selalu seperti pil
Seperti ku menyebut-nyebut Tuhan selalu
akupun titipkan gundah kepada angin lalu
remang bagai jam dua malam dingin dan kaku
Tak kunjung sembuh
juga sakit rinduku padamu?


..:: L I N K ::..

Deddy
hoi-hoi
Detya


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Aug 1, 2004
Di bangku tunggu

Untuk sepasang penumpang  di  Gerbong  kereta no 11

Jangan dulu kau pulang.

ini stasiun kosong,
Sendirian.Kita duduk di bangku   tunggu
kayu tua.Setua jaring laba-laba  pertama.
di  mulut guha.

Aku memang menunggu keberangkatan,
tapi masih  ada yang ingin kusembunyikan.

Jangan dulu kau pulang.

Dari  yang terakhir  singgah
cuma seorang trubadur ganti kereta
Kami tak sempat bertutur sapa,
dia pasti tahu,aku masih di sana
tapi  ia pergi  lagi bergegasan
dijemput dongeng penghabisan:
cerita yang hendak dia selesaikan.

Jangan dulu kau  pulang.

Aku  sudah  siapkan berkas  imigarasi.Dan puisi.
Ada  ribuan perbatasan  negeri yang hendak kulintasi.
Sendiri.Tapi tunggulah,nanti
Bila  aku sudah mahir tidak  menjawab  dengan  tangan kiri,
menyorongkan jawaban  yang paling mereka mengerti.
Semacam kata  kunci.Semacam isyarat sandi.

Jangan dulu kau pulang.

Aku di bangku tunggu penumpang.
Ini stasiun kosong.Tenang.
Dan kau pasti  tahu.
Di mana mencariku?






 


Posted at 02:02 pm by hety

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry