DI antara harapan dan keputusasaan
yang selalu kuusung di depan mataku
aku senantiasa mengunyah sabda-sabda gunung, hingga kutelan sebongkah keheningan: inilah cintaku, inilah deritaku.
Senja, tolong janganlah kau palingkan lembut magis wajahmu.
Sebab, yang kukatakan bukanlah keluhan, bukanlah kecengengan.
Tapi nyala jiwa.
Ingat: Tak pernah ada gambar pengemis di pondopo jiwaku.
Posted at 11:18 am by hety
Permalink
ketika aku lemah dan sakit.
kucari engkau
sekeping hati yang hilang.
tak ada di sampingku walau untuk memeluk
dan menggenggam erat tangan kasarku...
syukurlah,
Tuhan lewat dan melihatku
dan berbisik lembut di telingaku
'anyam dan obati lukamu dengan senyum dan doamu'
seketika itu juga aku berlari dan bersujud padaMU
Tuhan,jangan cabut
hidayah dan kasih sayangMU untukku.
Posted at 03:46 pm by hety
Permalink
Ukuran tubuh tak penting
Ukuran otak agak penting
Ukuran hati paling penting.
aku harus kembali bercemin seperti anak-anak,
yang selalu bisa menerima manusia,
kaya atau miskin,hitam putih
bahkan tak pernah menjadi soal
mandi atau tidak.
bercemin pada anak,aku harus bisa
menerima orang lain dengan ketulusan hati.
Posted at 08:11 pm by hety
Permalink
aku terdiam di sini
tanpa kata
dan kau terlelap
melupakan sajak yang kau buat
dan menyimpan percakapan
yang tak pernah kita ucapkan.
12042005
Posted at 10:27 pm by hety
Permalink
"Tidaklah benar orang digolongkan menjadi orang yang benar-benar baik atau benar-benar jujur dan orang yang benar-benar tidak jujur atau baik, kejujuran berbanding lurus dari luka yang menyertai"
Posted at 10:23 pm by hety
Permalink
Aku tak akan bisa menjadi jaksa sekaligus hakim
yang bisa menghukum hatimu....
dan
telah kusempurnakan alibi dan bukti cintamu menjadi abu
dan
hukuman yang terbaik bagiku
adalah berhenti.
engkau
adalah milik jiwamu dan milik Tuhanmu.
Posted at 10:46 am by hety
Permalink
Terkadang Allah. . . .
membukakan pintu ibadah kepadamu..
tetapi DIA tidak membukakan
pintu penerimaan untukmu. . . .
Terkadang DIA menetapkan
perilaku dosa kepadamu . . .
namun
dosa itu . . .
menjadi sebab wushlunya
dirimu kepada-NYA.
(jogja,12 Agustus 2005)
Posted at 11:40 am by hety
Permalink
Katakanlah:"Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku,sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku,meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)".(Al-Kahfi 109)
Posted at 02:40 pm by hety
Permalink
Pernahkah engkau ingin sembunyi
ke wilayah terpencil...
atau ...
ke dalam lubang semut yang sunyi...
menakar ketulusannya yang tak pernah habis...
Pernahkah engkau ingin tenggelam di Laut Merah
Seperti Fir'aun yang sadar di ujung nafasnya...
mengakui sepenuhnya...
Meskipun ia tahu,sia-sia...
Lalau apa makna suluruhnya...?
Jogja,041004
Posted at 08:52 pm by hety
Permalink
Engkau yang selalu
mengingatkanku pada putra
kesayangan yakub; perkasa
dalam rimba dan bercahaya
di puncak tahta hingga
11 bintangpun luruh
di hadapanmu
dari dekat dan dari jauh
aku menilawah tapakmu
yang menyiratkan afwah
dan kemilau subuh.
maka atas restu-NYA
engkau datang dalam mimpi-mimpiku
menaburkan bunga dan doa.
di teluk ronggamu
kutemukan cincin azimat
yang melindungiku dari laknat.
guru,cincin itu adalah
ketulusanmu yang akan kupakai
sampai matiku nanti.
Dan...
berbekal ketulusan dan basmalah
aku tak perlu lagi menimang-nimang langkah
karena sesungguhnya hakekat kemenangan
adalah berbuncahnya telaga iman.
(teruntuk setiap orang yang telah dan akan menjadi guru-guru kehidupanku,subuh 240904)
Posted at 12:09 am by hety
Permalink