<< June 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30


*Sakit jiwaku *

Malaikat hinggap ke sini di
daun meja tulisku
jatuh sajak di tengah malam yang rawan
sebaris...sebaris...
Ribuan sajak minta ditulis segera dalam kertas
seperti rasa rindu yang mengeram...
seperti resep dokter...
Ribuan sajak
kutelan bersama waktu
pagi siang dan malam
seperti angin bersama selalu seperti pil
Seperti ku menyebut-nyebut Tuhan selalu
akupun titipkan gundah kepada angin lalu
remang bagai jam dua malam dingin dan kaku
Tak kunjung sembuh
juga sakit rinduku padamu?


..:: L I N K ::..

Deddy
hoi-hoi
Detya


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Aug 27, 2004
Dalam diam

Untuk dunia aku hanya bisa memberikan cinta
Untuk kemanusiaan aku hanya bisa memberikan kasih sayang
Sebagaimana Engkau tau
jasad ku kecil
Seperti sebutir debu di gurun pasir

Namun untuk sekedar engkau ketauhi
Sebagai pelayan Tuhan
Aku menginginkan agar
Aku menjadi besar supaya
Bisa menutupi seluruh lubang neraka
Agar manusia yang lain
Tak bisa masuk selain aku

Karena pengabdian ini
Adalah sangat indah

Bagaimana hati ini tidak bersedih
Bila yang kita cintai enggan tersenyum lagi
Bagaimana jasad tidak berlumuran tangis
Jika yang kita kasih sayangi tak menghiraukan
Dirinya lagi...

Kawan....
Seperti kanker stadium empat
Aku tak bisa berbuat apa-apa lagi
Hanya mata saja yang mampu kukerlipkan
Dalam diam dan do'a.

elfawzy

Posted at 03:34 pm by hety
Comments (2)  

Aug 3, 2004
Sedetik cukup

Tuhan,sesekali telpon aku dong
biar aku tahu di mana kau sungguh.
jangan pakai sljj apalagi sli
yang dekat saja,lokal cukuplah.
bila Engkau telpon palai sljj apalagi sli,
betapa jauhnya Engkau dariku.

habis,setiap kali kucalling Engkau
acapkali mailbox atau terdengar
suara mendayu bidadari entah:
"Tuhan yang anda hubungi sedang sibuk,tunggulah beberapa saat lagi"

memang dosaku banyak,tak terhitung
untuk itu aku minta ampunan.
kalau Dirimu tak sudi:wah
pada siapa lagi aku meminta.

Tuhan telpon aku dong
tak usah lama-lama,sedetikpun cukup.
dan hidup akan sempurna.

 


Posted at 11:07 pm by hety
Comments (2)  

Aug 1, 2004
Di bangku tunggu

Untuk sepasang penumpang  di  Gerbong  kereta no 11

Jangan dulu kau pulang.

ini stasiun kosong,
Sendirian.Kita duduk di bangku   tunggu
kayu tua.Setua jaring laba-laba  pertama.
di  mulut guha.

Aku memang menunggu keberangkatan,
tapi masih  ada yang ingin kusembunyikan.

Jangan dulu kau pulang.

Dari  yang terakhir  singgah
cuma seorang trubadur ganti kereta
Kami tak sempat bertutur sapa,
dia pasti tahu,aku masih di sana
tapi  ia pergi  lagi bergegasan
dijemput dongeng penghabisan:
cerita yang hendak dia selesaikan.

Jangan dulu kau  pulang.

Aku  sudah  siapkan berkas  imigarasi.Dan puisi.
Ada  ribuan perbatasan  negeri yang hendak kulintasi.
Sendiri.Tapi tunggulah,nanti
Bila  aku sudah mahir tidak  menjawab  dengan  tangan kiri,
menyorongkan jawaban  yang paling mereka mengerti.
Semacam kata  kunci.Semacam isyarat sandi.

Jangan dulu kau pulang.

Aku di bangku tunggu penumpang.
Ini stasiun kosong.Tenang.
Dan kau pasti  tahu.
Di mana mencariku?






 


Posted at 02:02 pm by hety
Make a comment  

Jul 14, 2004
Keep In Touch

                                    

Posted at 04:40 pm by dedistuta
Make a comment  

Love Her

 

Islam sees a woman, whether single or married, as an individual in her own right, with the right to own and dispose of her property and earnings without any guardianship over her (whether that be her father, husband, or anyone else).  She has the right to buy and sell, give gifts and charity, and may spend her money as she pleases.  A marriage dowry is given by the groom to the bride for her own personal use, and she keeps her own family name rather than taking her husband’s.


Posted at 03:47 pm by dedistuta
Make a comment  

Jul 4, 2004
Sakit jiwaku

Malaikat hinggap ke sini
di daun meja tulisku
jatuh sajak di tengah malam yang rawan
sebaris...sebaris...

Ribuan sajak minta ditulis segera
dalam kertas
seperti rasa rindu yang mengeram...
seperti resep dokter...

Ribuan sajak kutelan
bersama waktu
pagi  siang dan malam
seperti angin bersama selalu
seperti pil.

Seperti ku menyebut-nyebut Tuhan selalu
akupun titipkan gundah kepada angin lalu
remang bagai jam dua malam
dingin dan kaku.

Tak kunjung sembuh juga
sakit rinduku padamu?!

Jogjakarta,3 Juni 2004

Posted at 11:58 am by hety
Make a comment  

Suluk

Memetik pelajaran dari daun-daun
hidup...tumbuh...berguguran...
bersama waktu,matahari dan rindu...
dari lautan tinta...
aku menulis berkah,manfaat...
saling bercumbu
menempa parang cinta
menggosok batu permata batinku...

Posted at 11:34 am by hety
Make a comment  

Muara batin

Kubaca kerinduan ikan dan belut di matamu
aku berenang....
menyelam kembali sebagai batu.
Ingin lebih dalam dari sapaan akar-akar
rumput-rumput melata...
Seperti sungai selalu berhulu...
dan bermuara pada batinku.

Posted at 11:26 am by hety
Make a comment  

Jun 21, 2004
Rahasia Kedalaman

Lautan memiliki rahasia kedalaman..

Para nelayan dipersilakan menyelam...

Matahari juga memiliki bahasa yang khas…

dalam menyinari bumi ini... rembulanpun...

bercinta menurut wataknya...

 

Air dan sungai memiliki bahasa yang berbeda..

dalam mengungkapkan rasa sayangnya..

para pencari ikan tidak akan pernah bisa…

            memberitahu terlebih dahulu kepada para ikan....

kalau mereka ingin menjalanya...

 

Sinar matahari punya waktu beberapa minggu...

agar bisa merontokkan kain jemuran...

anak-anak perlu bermain gobak sodor...

di bawah sinar rembulan sebelum tumbuh besar...

dan mampu menangkap alam semesta.....


Posted at 02:29 pm by hety
Make a comment  

Jun 19, 2004
keberanianku

K e b e r a n i a n

Keberanian adalah sebuah gunung api.

Bibit keragu-raguan tidak pernah tumbuh di pusatnya.

Menantang penderitaan hidup itu lebih mulia,

ketimbang mengurung diriku dalam kesunyian.

Ngingat yang menggelepar sekeliling api..

 sampai mati itu lebih mengagumkan ketimbang tikus tanah...

yang hidup dalam lubang gelap.


Posted at 10:53 pm by hety
Make a comment  

Previous Page Next Page