|
di daun meja tulisku jatuh sajak di tengah malam yang rawan sebaris...sebaris... Ribuan sajak minta ditulis segera dalam kertas seperti rasa rindu yang mengeram... seperti resep dokter... Ribuan sajak kutelan bersama waktu pagi siang dan malam seperti angin bersama selalu seperti pil. Seperti ku menyebut-nyebut Tuhan selalu
akupun titipkan gundah kepada angin lalu remang bagai jam dua malam dingin dan kaku. Tak kunjung sembuh juga sakit rinduku padamu?! Jogjakarta,3 Juni 2004 |
| Leave a Comment: |