<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
  <channel>
    <title>Permata Hati</title>
    <link>http://setya.blogdrive.com/</link>
    <description>Permata Hati</description>
    <lastBuildDate>Sat, 04 Mar 2006 22:45:12 PST</lastBuildDate>
    <generator>http://www.blogdrive.com</generator>
    <copyright>Copyright 2006.</copyright>
    <category>Art</category>
    <category>Home &amp; Garden</category>
    <category>Math &amp; Physics</category>
    <item>
      <title>nyala jiwa</title>
      <link>http://setya.blogdrive.com/archive/31.html</link>
      <pubDate>Fri, 03 Mar 2006 04:18:27 GMT</pubDate>
      <description>DI antara harapan dan keputusasaan
yang selalu kuusung di depan mataku
aku senantiasa mengunyah sabda-sabda gunung, hingga kutelan sebongkah keheningan:  inilah cintaku, inilah deritaku.
Senja, tolong janganlah kau palingkan lembut magis wajahmu.  
Sebab, yang kukatakan bukanlah keluhan, bukanlah kecengengan.
Tapi nyala jiwa.
Ingat:  Tak pernah ada gambar pengemis di pondopo jiwaku.</description>
      <comments>http://setya.blogdrive.com/comments?id=31</comments>
    </item>
    <item>
      <title>sekeping hati</title>
      <link>http://setya.blogdrive.com/archive/30.html</link>
      <pubDate>Mon, 20 Feb 2006 08:46:14 GMT</pubDate>
      <description>ketika aku lemah dan sakit.
kucari engkau
sekeping hati yang hilang.
tak ada di sampingku walau untuk memeluk 
dan menggenggam erat tangan kasarku...
syukurlah,
Tuhan lewat dan melihatku
dan berbisik lembut di telingaku
'anyam dan obati lukamu dengan senyum dan doamu'
 
seketika itu juga aku berlari dan bersujud padaMU
Tuhan,jangan cabut
hidayah dan kasih sayangMU untukku.
 
 </description>
      <comments>http://setya.blogdrive.com/comments?id=30</comments>
    </item>
    <item>
      <title>ukuran</title>
      <link>http://setya.blogdrive.com/archive/29.html</link>
      <pubDate>Mon, 06 Feb 2006 13:11:15 GMT</pubDate>
      <description> 
Ukuran tubuh tak penting
Ukuran otak agak penting
Ukuran hati paling penting.
 
aku harus kembali bercemin seperti anak-anak,
yang selalu bisa menerima manusia,
kaya atau miskin,hitam putih
bahkan tak pernah menjadi soal
mandi atau tidak.
bercemin pada anak,aku harus bisa
menerima  orang lain dengan ketulusan hati.
 </description>
      <comments>http://setya.blogdrive.com/comments?id=29</comments>
    </item>
    <item>
      <title>dan</title>
      <link>http://setya.blogdrive.com/archive/28.html</link>
      <pubDate>Sun, 04 Dec 2005 15:27:26 GMT</pubDate>
      <description>aku terdiam di sini 

tanpa kata




dan kau terlelap

melupakan sajak yang kau buat



dan menyimpan percakapan

yang tak pernah kita ucapkan.



12042005</description>
      <comments>http://setya.blogdrive.com/comments?id=28</comments>
    </item>
    <item>
      <title>jujur</title>
      <link>http://setya.blogdrive.com/archive/27.html</link>
      <pubDate>Sun, 04 Dec 2005 15:23:06 GMT</pubDate>
      <description>&quot;Tidaklah benar orang digolongkan menjadi orang yang benar-benar baik atau benar-benar jujur dan orang yang benar-benar tidak jujur atau baik, kejujuran berbanding lurus dari luka yang menyertai&quot;</description>
      <comments>http://setya.blogdrive.com/comments?id=27</comments>
    </item>
    <item>
      <title>milik</title>
      <link>http://setya.blogdrive.com/archive/26.html</link>
      <pubDate>Wed, 14 Sep 2005 03:46:39 GMT</pubDate>
      <description>Aku tak akan bisa menjadi jaksa sekaligus hakim 
yang bisa menghukum hatimu....

dan 
telah kusempurnakan alibi dan bukti cintamu menjadi abu

dan
hukuman yang terbaik bagiku 
adalah berhenti.

engkau 
adalah milik  jiwamu dan milik Tuhanmu.</description>
      <comments>http://setya.blogdrive.com/comments?id=26</comments>
    </item>
    <item>
      <title>dosa</title>
      <link>http://setya.blogdrive.com/archive/25.html</link>
      <pubDate>Fri, 09 Sep 2005 04:40:54 GMT</pubDate>
      <description>Terkadang Allah. .  . .


membukakan pintu ibadah kepadamu..


tetapi DIA tidak membukakan


pintu penerimaan untukmu. . . .




Terkadang DIA menetapkan 



perilaku dosa kepadamu . . .
namun


dosa itu . . .


menjadi sebab wushlunya


dirimu kepada-NYA.




(jogja,12 Agustus 2005)</description>
      <comments>http://setya.blogdrive.com/comments?id=25</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Lautan tinta</title>
      <link>http://setya.blogdrive.com/archive/20.html</link>
      <pubDate>Sun, 24 Oct 2004 07:40:24 GMT</pubDate>
      <description>Katakanlah:&quot;Kalau sekiranya lautan menjadi  tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku,sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku,meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)&quot;.(Al-Kahfi 109) </description>
      <comments>http://setya.blogdrive.com/comments?id=20</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Ingin  Sembunyi</title>
      <link>http://setya.blogdrive.com/archive/24.html</link>
      <pubDate>Mon, 04 Oct 2004 13:52:32 GMT</pubDate>
      <description>

Pernahkah engkau ingin sembunyi


ke wilayah terpencil...


atau ...


ke dalam lubang semut yang sunyi...


menakar ketulusannya yang tak pernah habis...




Pernahkah engkau ingin tenggelam di Laut Merah


Seperti Fir'aun yang sadar di ujung nafasnya...


mengakui sepenuhnya...


Meskipun ia tahu,sia-sia...


Lalau apa makna suluruhnya...?






Jogja,041004

</description>
      <comments>http://setya.blogdrive.com/comments?id=24</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Ramadhan Siraj</title>
      <link>http://setya.blogdrive.com/archive/23.html</link>
      <pubDate>Sat, 25 Sep 2004 17:09:45 GMT</pubDate>
      <description>Engkau yang selalu


mengingatkanku pada putra 


kesayangan yakub; perkasa


dalam rimba dan bercahaya


di puncak tahta hingga


11 bintangpun luruh


di hadapanmu




dari dekat dan dari jauh


aku menilawah tapakmu


yang menyiratkan afwah


dan kemilau subuh.


maka atas restu-NYA


engkau datang dalam mimpi-mimpiku


menaburkan bunga dan doa.




di teluk ronggamu


kutemukan cincin azimat


yang melindungiku dari laknat.


guru,cincin itu adalah


ketulusanmu yang akan kupakai


sampai matiku nanti.




Dan...


berbekal ketulusan dan... (more)</description>
      <comments>http://setya.blogdrive.com/comments?id=23</comments>
    </item>
  </channel>
</rss>
